Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi Akan Poles Museum Trinil Destinasi Wisata Modern

Asfi Manar
.
Rabu, 14 September 2022 | 01:10 WIB
Aktifitas Pokja Kemuseuman BPSMP Sangairan saat melakukan observasi di Museum Trinil. Foto : iNewsNgawi.id / Asfi Manar

NGAWI, iNewsNgawi.id -Terobosan baru yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidika  Kabupaten Ngawi untuk memoles Museum Trinil agar layak dikunjung wisatawan  berkualitas, sudah dimulai. 

Setidaknya sekelompok kerja ( pokja ) dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba ( BPSMP ) Sangairan berjumlah sebanyak 9 orang   selama 1 minggu pada awal bulan ini melakukan aktifitasnya di museum Trinil. 

Apa yang dilakuan mereka adalah untuk mensetting ulang display museum mulai dari riset, pengumpulan data koleksi, survei dan observasi lapangan. 

Salah satu fokus mereka juga terkait dengan penanda dan penunjuk arah disandingkan dengan desain informasi yang kini digunakan oleh museum Trinil, hasil yang ingin mereka cari adalah untuk penyusunan konsep perbaikan informasinya. 

Hal tersebut dipaparkan secara lugas oleh salah satu anggota Pokja Kemuseuman BPSMP Sangairan Moch.Mujiburrohman, di Museum Trinil (7/9/2022). 

"Tujuan kajian konsep tata pamer adalah untuk merancang naskah yang isinya tentang konsep tata pamer museum," kata Mujib saat melakukan  pendataan dan pengukuran di beberapa titik museum bersama timnya. 

"Selain tata pamer tim juga menyusun sebuah rancangan desain  informasi yang mudah dipahami dan menarik," terang Mujib. 

Apa yang dilakukan oleh Pokja tersebut dibenarkan oleh Daut Salempang, Pamong Kebudayaan ( pejabat setingkat kasi)  Dinas Pendidikan Ngawi, jika keberadaan mereka atas kerjasama dengan kantor dinasnya. 

"Tujuanya pokja tersebut adalah membantu kita untuk membuat kajian dan konsep tentang tata pamer museum Trinil yang baru, yang lebih informatif dan atraktif agar bisa kita sajikan kepada para pengunjung," kata Daud Salempang saat mematau langsung cara kerja pokja BPSMP Sangiran. 

"Kedepanya hal ini tetap akan kita laksanakan karena SDM yang mampu adalah BPSMP Sangairan, jadi kedepan kita akan laksanakan kegiatan kegiatan yang lain terkait dengan pengelolaan museum Trinil, " pungkas Daud. 

Sementara itu diwaktu yang sama, serombongan pengunjung tengah memperhatikan koleksi fosil museum dengan  keingin tahuan penasaran, sementara plat nama yang terpampang di setiap fosil banyak tidak dimengerti oleh mereka. 

"Sebenarnya ini sudah bagus, dari sisi penataanya , informasi yang diberikan disetiap temuanya itu, hanya mungkin nanti bisa dikembangkan lagi menjadi wisata edukasi yang menarik bagi anak anak," kata Famela Dwiasi saat bersama keluarganya mengunjungi museum Trinil. 

Famela yang mengaku baru pindah ke Ngawi merasa antusias karena baru sekali berkunjung ke sehuah museum yang memamerkan sejarah manusia purba dan temuan lainya 

"Saya merasa  excited dan penasaran karena di Ngawi ada museum yang mencatat sejarah bahwa disini ada penemuan manusia Pithecanthropus Erectus, terutama bagi saya yang baru tinggal di Ngawi," ungkap Famela yang sebelumnya tinggal di Trenggalek.

Editor : Asfi Manar
Bagikan Artikel Ini