Ina Ammania : BLT BBM Jangan Buat Beli Rokok

Asfi Manar
.
Senin, 19 September 2022 | 00:37 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania ( kiri ) memantau secara langsung pelaksanaan penyaluran BLT BBM di desa Sidorejo Kecamatan Geneng-Ngawi. Foto : iNewsNgawi.id / A M Mustofa

NGAWI, iNewsNgawi.id, - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak ( BLT BBM) ke Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) dari Kementrian Sosial, di Kabupaten Ngawi mendapat pengawasan langsung dari salah satu anggota komisi VIII DPR RI, Ina Ammania

Salah satu yang menjadi titik pantauan Ina secara langsung dari proses penyaluran BLT BBM ada di balai desa Sidorejo Kecamatan Geneng, (10/9/2022). 

Sebagai tupoksinya Komisi VIII DPR RI, dalam pengangaran, pengawasan dan bugeting, Ina ingin memastikan jika BLT BBM diterima langsung oleh para PKM, dan disalurkan dengan benar oleh mitranya dalam hal ini Dinas Sosial melaui PT Pos Indonesia di berbagai daerah, terutama Dapil 7 Jawa Timur tempat wilayah konsituennya. 

"Setelah saya memantau prosesnya di Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan dan Ngawi, hingga saat ini tidak ada pertentangan atau protes, semua so far so good, mereka menerima dan berterimakasih kepada pemerintah," kata Ina disela berlangsungnya proses penyaluran. 

"Saya juga meyampaikan jika BBM itu tidak naik, namu  subsidinya yang dikurangi, dan untuk mengurangi kesulitan warga sebagai dampaknya, maka pemerintah hadir dengan BLT BBM ini, namun saya tegaskan keperuntukanya tidak untuk.membeli rokok," pungkas Ina. 

Sementara itu, PT Pos Indonesia Cabang Ngawi mendapat jatah penyaluran Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak ( BLT BBM) ke 101 667 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) dari Kementrian Sosial. 

Sejak 2 minggu penyaluran , sudah 84.727 KPM sudah menerima uang tunai Rp 500 000, per KPM atau setara 83 persen. 

Menurut Kepala Kantor Pos Cabang Ngawi, Aji Rahman Hakim, penyaluran ini bisa lancar karena menggandeng komunitas tingkatan desa dan kordinasi dengan Muspicam tempat penyaluran BLT BBM. 

"Kami bekerjasama dengan komunitas di balai desa dan muspika ditempat penyaluran, dan hingga kini tidak ada kendala yang berarti," kata Aji Rahman. 

Meski berjalan lancar, namun masih juga banyak warga yang kebanyakan para lansia ini tidak membawa KTP asli dan berupa foto copy, namun masih diterima oleh petugas setelah.mencocokan dengan data lain.

Editor : Asfi Manar
Bagikan Artikel Ini